Terbaru
Showing posts with label Olah Raga. Show all posts
Showing posts with label Olah Raga. Show all posts

Eks Kapten Jerman Itu Menilai Tim Yang Menjadi Juara Di Turnamen Sepakbola Adalah Tim Yang Paling Beruntung

Written By Unknown on Wednesday, 13 July 2016 | 18:27

Juara Euro 2016
Sudah tiga hari sejak berakhirnya Euro 2016. Dari sudut pandang pribadi, ini pertama kalinya sejak 2002, saya bisa menyaksikan turnamen besar sebagai fans, berarti saya hanya bersantai dan menikmati mendukung negara saya, Jerman, daripada harus berhadapan dengan tekanan yang datang saat bermain untuk tim nasional.

Perasaan terlepas, perasaan menjadi sosok asing sekali lagi, mengingatkan sayatentang salah satu kebenaran dasar tetapi fundamental: sepakbola adalah permainan. Dan seperti yang pernah dikatkan [mantan pelatih Jerman Barat pemenang Piala Dunia 1954] Sepp Herberger: "Orang-orang menyaksikan sepakbola karena mereka tidak tahu bagaimana akhirnya."

Hal-hal yang tidak bisa diprediksi adalah hal yang membuat sepakbola tetap menarik dan membuat setiap pertandingan terasa seperti pengalaman baru. Sebagai tambahan, Piala Eropa dan Piala Dunia kini menjadi ajang komunitas yang sangat besar. Anda bertemu dengan teman-teman Anda, baik di rumah, di kafe atau di taman, dan Anda makan, minum dan menyaksikan pertandingan bersama-sama.

Baik dengan mengenakan jersey, mengibarkan bendera, bernyanyi atau bertaruh, semua orang memiliki koneksi dengan tim. Ini semua bentuk investasi kepada skuat Anda. Ini meningkatkan tensi, yang berarti Anda akan mendapatkan kesenangan besar atau kekecewaan pahit. Keduanya bagian krusial dari pengalaman. Anda memiliki pemenang dan pecundang.

Jadi, bisa mengalami hal ini dalam hubungan dengan sebuah tim, setelah bertahun-tahun hidup di tengah-tengahnya, sangat menyenangkan. Bahkan ini membuat saya terkenang dengan masa-masa saat di tim akademi. Anda masih memutar kembali pertandingan terakhir di pikiran Anda ketika Anda pergi ke kafe untuk menyaksikan pertandingan profesional di televisi.

Juara Euro 2016
 Keindahan pertandingan dan turnamen seperti itu sungguh luar biasa. Hasil akhir dari setiap situasi belum ditentukan. Anda melihat apa yang dilihat pemain. Anda membentuk solusi Anda sendiri di dalam kepala Anda. Kemudian Anda melihat bagaimana mereka melakukan solusi mereka. Dengan ini, Anda terlibat selama 90 menit - dan lebih dari itu; Anda keasyikan dengan apa yang Anda saksikan.

Pada Euro tahun ini, negara seperti Wales, Irlandia Utara dan Islandia membuat saya senang dan antusias - tidak karena mereka memainkan sepakbola hebat tetapi karena mereka bermain dengan keberanian dan persatuan menghadapi tim-tim favorit, mereka bermain impresif dengan filosofi sepakbola mereka sendiri meski dihadapkan dengan musuh yang kuat secara tradisional. Mereka berdiri tegak menghadapi bintang-bintang besar dan negara dengan infastrukstir olahraga yang lebih superior.

Sangat menarik untuk disaksikan. Sepakbola membutuhkan semangat seperti itu. Tipe hati seperti itu membuat tim-tim lebih kecil mampu menjadi lebih hebat dan menjungkalkan skuat yang seharusnya lebih kuat.

Tentu saja, keberuntungan juga bermain. Islandia mendapat beberapa keberuntungan melawan Inggris tetapi mereka tetap layak menang. Cerita yang sama dengan Prancis dan Jerman. Sepakbola tidak bisa diprediksi. Ini permainan. Keberuntungan selalu menjadi faktor. Dan itu hal bagus karena itu berarti siapapun tidak akan bisa memprediksi hasil akhir dari pertandingan manapun atau turnamen manapun dengan kepastian yang besar.

Juara Euro 2016
Pemenang beruntung 2016 adalah Portugal, itu berarti trofi Euro kini menjadi milik sebuah negara yang sudah lama menghasilkan pesepakbola fantastis. Talenta-talenta muda ini tidak hanya pergi bersama ke puncak sepakbola internasional secara kebetulan atau hanya mengandalkan keberuntungan. Mereka mewujudkan mimpi mereka melalui talenta, kerja keras dan disiplin, dengan Renato Sanches menjadi contoh sempurna.

Tentu saja, bahkan pemain terbaik kerap tidak berdaya dengan kejamnya takdir. Ini bukan tim paling bekerja keras yang menang tetapi yang paling beruntung. Dan saya suka itu.

Itu membuat kesuksesa terasa lebih berharga dan momen juara tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Percayalah, saya tahu. Saya mengalami itu ketika saya mengangkat trofi Piala Dunia di Brasil pada 2014. Di panggung, ini bukan lagi tentang perjalanan jauh yang harus Anda lalui tetapi menikmati setiap momen dan keberuntungan Anda.

Karena itu, saya ingin memberi selamat secara tulus kepada juara Eropa 2016, Portugal.

Philipp

Martunis Dukung Portugal Di Prancis

Written By Unknown on Tuesday, 12 July 2016 | 23:08

Gelandang Tengah Real Madrid Ini, Bisa Bahasa Indonesia

Written By Unknown on Sunday, 12 January 2014 | 11:35

ternyata bahasa Indonesia sudah sampai spanyol gan dan di pake layaknya orang Indonesia pake bahasa inggris di Indonesia, 

mungkin orang berbahasa Indonesia disana sama kerennya kayak kalo orang Indonesia pake bahasa inggris di Indonesia.

sumber: kaskus

Hari Senin, Ada Kejutan Besar dan Luar Biasa

Written By Unknown on Saturday, 4 January 2014 | 17:30

Perjalanan panjang dilalui trofi Piala Dunia sejak tahun lalu. Senin, 6 Januari 2014, trofi tersebut akan tiba di Indonesia dan mendarat ke Jakarta.

Coca-Cola FIFA World Cup Trophy Tour kali ini berlangsung sejak September 2013. Brasil, tuan rumah Piala Dunia tahun ini, menjadi tempat bermula --dan akan jadi tempat berakhirnya tur trofi itu April mendatang.

Senin (6/1) pagi, trofi itu akan mendarat di Jakarta setelah menghabiskan tiga hari di Malaysia.

"Ini adalah ketiga kalinya simbol yang paling didambakan dalam dunia sepakbola melakukan tur keliling dunia," demikian pernyataan FIFA di situs resmi mereka.

Tur trofi Piala Dunia pertama kali dilakukan pada 2006 silam. Pada perhelatan ketiga ini, trofi itu akan mengunjungi 88 negara selama 267 hari.

Total jarak yang ditempuh trofi tersebut selama perjalanannya adalah 149.576,78 kilometer.

"Selama tur trofi, fans akan diberikan kesempatan langka untuk melihat trofi Piala Dunia dari jarak dekat," demikian pernyataan lainnya.

Kendati demikian, tidak semua orang bisa menyentuh trofi tersebut. Hanya para presiden, raja/ratu, perdana menteri suatu negara, atau para pemain dari negara yang pernah menjuarai Piala Dunia yang diperbolehkan menyentuhnya.

Trofi Piala Dunia akan singgah di Jakarta selama tiga hari sebelum akhirnya bertolak ke Chile.

Sumber: goal terbaik

Ajax Amsterdam Resmi Kontrak Pemain Asal Indonesia

Written By Unknown on Wednesday, 1 January 2014 | 22:56

Ajax Amsterdam telah resmi mengikat kontrak pemain keturunan Indonesia, Ezra Walian. Raksasa Belanda tersebut mengikat Ezra hingga tahun 2017.

Meski memiliki darah Manado dalam tubuhnya namun sejauh ini Ezra yang lahir dan besar di Amsterdam telah memperkuat tim nasional Belanda pada kelompok umur u-15, u-16, dan u-17. Bersama Belanda u-17, pemain berusia 16 tahun tersebut tampil dalam dua pertandingan dan mencetak lima gol.

Melalui akun twitternya @ezzie1020, Ezra menyatakan “Saya telah menandatangani kontrak perdana saya bersama Ajax. Kontrak ini berdurasi tiga tahun. Bagus! Mimpi saya menjadi kenyataan.

Selain itu seperti yang dikutip dari sepakbolanda.com, ayah dari Ezra, Glenn Walian mengungkapkan kegembiraannya “Bagi kami ini mimpi yang jadi kenyataan. Tahun lalu kami hanya bisa membayangkan saja akan ditawari kontrak.”

Sumber: Kaskus

Dian-diam Ibrahimovic Goda Mantan Miss Prancis Cantik Ini

Written By Unknown on Tuesday, 24 December 2013 | 12:50

Penyerang PSG, Zlatan Ibrahimovic ternyata jadi salah satu dari banyak lelaki itu. Yang menarik, mantan bintang Barcelona dan Juventus tersebut melakukannya saat Menard tengah menjalankan tugasnya mewawancarai arsitek Les Parisiens, Laurent Blanc.

Menurut laporan 101 Great Goals, aksi centil pemain yang biasa disapa Ibra bermula ketika dia sengaja mondar-mandir di sebuah ruangan tempat Menard dan Blanc menggelar sesi wawancara.

Menyadari Ibra sedang mencari perhatian itu, Blanc lalu mengatakan tak keberatan jika Menard juga mewawancarai striker andalan timnya itu. "Saya tidak keberatan jika Anda ingin mewawancarainya juga," kata Blanc.
Dan baru kelar sang pelatih bicara, pemain 32 tahun tersebut langsung menjawab dengan nada sumringah bahwa dirinya juga akan sangat senang jika diberi kesempatan berbincang-bincang dengan wanita cantik berusia 26 tahun itu.

Jawaban spontan dari Ibra sontak membuat Menard tersipu. Meski terus mengajukan pertanyaan kepada Blanc, namun terlihat jelas dia sudah lebih dulu dibuat salah tingkah.

Sumber: edan 77

RD: Indonesia Tidak Beruntung

Written By Unknown on Monday, 23 December 2013 | 00:00

Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan, merasa anak-anak asuhannya hanya tidak beruntung dalam pertandingan final cabang sepakbola SEA Games 2013 kontra Thailand. Seperti diketahui, Indonesia takluk 0-1 dari Thailand yang mencetak gol lewat Sarawut Masuk pada menit ke-21.

Pelatih yang akrab disapa RD ini mengaku dirinya sudah mencoba mengantisipasi permainan anak-anak asuhan Kiatisuk Senamuang di babak pertama. Dia juga menilai Alfin Tuasalamony dan kawan-kawan kurang bisa memanfaatkan peluang di babak kedua.

“Kami memang sudah antisipasi. Di babak pertama, kami memang sengaja tampil bertahan. Terbukti, Thailand cuma punya 1 peluang dan 1 gol. Di babak kedua, kami mendominasi. Tapi, kami kalah dalam hal memanfaatkan peluang,” jelas RD yang ditemui wartawan seusai pertandingan di Stadion Zeyar Thiri, Nay Pyi Taw, Myanmar, Sabtu 21 Desember.

“Di babak pertama Thailand hanya punya satu peluang dan memanfaatkannya. Di babak kedua kami bermain lebih menyerang dan dapat banyak peluang. Kalau dibilang tidak beruntung,  saya setuju. Kami kecolongan,” ucapnya.

Dengan kekalahan ini, Garuda Muda harus rela kembali mendapat medali perak. Sebelumnya pada SEA Games 2011 di Jakarta-Palembang, Indonesia juga hanya meraih medali perak usai kalah adu penalti dengan Malaysia. Ini juga menjadi medali perak kedua bagi RD, yang juga menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia U-23 pada SEA games 2011.

Sumber: Viva News

Dilibas "Gajah Putih", Garuda Muda Bawa Pulang Perak

Written By Unknown on Saturday, 21 December 2013 | 22:51

Ingat Ini - Timnas Indonesia U-23 harus rela hanya mendapat medali perak usai takluk 0-1 dari Timnas Thailand U-23 di final cabang sepakbola SEA Games 2013 Myanmar, Sabtu 21 Desember 2013 di Stadion Zeyar Thiri, Nay Pyi Taw. Gol semata wayang Thailand dicetak Sarawut Masuk pada menit ke-21.

Pada SEA Games 2011 lalu, Garuda Muda juga harus puas meraih medali perak usai kalah adu penalti dari Malaysia di Jakarta. Medali perak harus kembali diperoleh Garuda Muda di SEA Games 2013 di Myanmar. 

Jalannya pertandingan

Baik Indonesia maupun Thailand memulai pertandingan dengan tempo cukup cepat, saling serang terjadi, namun barisan belakang kedua tim masih bermain disiplin. Sebuah sepakan keras Pokkhao A Nan dari luar kotak penalti pada menit kedelapan masih bisa ditepis Kurnia Meiga.

Pada menit ke-12, giliran Indonesia memperoleh peluang lewat Ramdani Lestaluhu, sayang tendangannya dari luar kotak penalti bisa dihalau kiper Thailand, Kawin Thammasatchanan. Thailand kembali mendapat kesempatan, kali ini tendangan Adisak Kraisorn pada menit ke-19 masih ditangkap Kurnia Meiga.

Thailand akhirnya memimpin 1-0 atas Indonesia pada menit ke-21 setelah tendangan chip Sarawut Masuk memperdaya Kurnia Meiga. Negeri Gajah Putih ini juga lagi-lagi memperoleh peluang pada menit ke-31 lewat Pokkhao A Nan, sayang bola masih melambung.

Garuda Muda sendiri tampak kesulitan menembus pertahanan Thailand, beberapa kali para pemain belakang tim asuhan Kiatisuk Senamuang berhasil menghalau aliran bola Indonesia ke lini depan. Hingga babak pertama berakhir, skor 1-0 tak berubah.

Di babak kedua, Indonesia mencoba tampil lebih ofensif. Mereka terlihat ngotot menyamakan kedudukan, sementara Thailand sendiri lebih banyak menunggu untuk melakukan counter attack.

Indonesia baru mendapat peluang pada menit ke-60 lewat tendangan bebas Andri Ibo, sayang bola masih membentur pagar betis. Peluang emas didapat Indonesia pada menit ke-75, ketika Fandi Eko Utomo melepaskan crossing dari sisi kanan pertahanan Thailand, Ramdani Lestaluhu nyaris kehilangan meski kemudian melepaskan tendangan yang masih diblok pemain belakang Negeri Gajah Putih.

Serangan demi serangan terus dilakukan oleh para pemain Indonesia, bahkan Yohanes Pahabol dan Dendi Santoso dimasukkan pelatih Rahmad Darmawan untuk menggedor pertahanan Thailand. Pada menit ke-86, Dendi memberi bola kepada Pahabol yang berada di depan gawang, sayang bola terlepas dari pemain berbadan mungil itu.

Pahabol kembali memperoleh peluang lewat sepakannya dari luar kotak penalti pada menit ke-90, tapi bola masih melambung. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir, skor tak berubah, Thailand menang 1-0 atas Indonesia dan berhak meraih medali emas. (eh)

Line up kedua tim:
Indonesia: Kurnia Meiga; Alfin Tuasalamony, Manahati Lestusen (Andri Ibo 57), Mokhamad Syaifuddin, Diego Michiels, Dedi Kusnandar, Rizky Pellu (Dendi Santoso 81), Ramdani Lestaluhu, Fandi Eko Utomo, Bayu Gatra, Yandi Sofyan (Yohanes Pahabol 69).

Thailand: Kawin Thammasatchanan; Pravinwat Boon Yong, Sakolwat Skollah, Theeraton Bunmathan, Artit Daosawang, Sarawut Masuk (Tanaboon Kasarat 88), Pokkhao A Nan, Thitipan Puangchan (Chananan Pombuppha 63), Charyl Chappuis, Krirkrit Thaweekarn, Adisak Kraisorn.

Sumber: Viva News

Chris John Gantung Sarung Tinju

Written By Unknown on Friday, 20 December 2013 | 11:57

Ingat Ini - Petinju ternama Indonesia Chris John akhirnya memutuskan gantung sarung usai mengalami kekalahan dari petinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka,

'Setelah 10 tahun mempertahankan gelar juara dunia, sekarang sudah waktunya bagi saya untuk menggantungkan sarung tinju' ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/12) siang.

Pria berusia 34 tahun ini juga menyatakan tidak kecewa kehilangan gelar juara dunianya. 'Meski akhirnya gelar juara terlepas, namun inilah olahraga. Ada saatnya menang dan ada saatnya kalah' kata Chris.

Soal rencananya usai tinju, juara dunia keempat asal Indonesia ini akan menjauhi olahraga yang membesarkan namanya tersebut untuk sementara waktu. 'Terima kasih paling utama saya ucapkan kepada Tuhan. Lalu saya juga ucapkan terima kasih pada seluruh rakyat Indonesia di berbagai penjuru dunia.' ucapnya.

'Terima kasih juga buat tim saya yang selama ini solid. Untuk Mega istri saya, anak-anak saya Ferisal dan Rossa, ayah saya yang telah memberikan banyak hal tentang tinju sejak kecil, dan ibu saya yang selalu memberikan doa dimanapun saya berada' jelas Chris John.

Sejak memulai karir profesionalnya pada 1997 lalu, Chris John punya rekor 48 kali menang sekali kalah dan tiga kali seri dalam 52 kali tanding, Ia juga sukses mempertahankan gelar kelas bulunya selama 18 kali sejak 2003 lalu sebelum kandas di tangan Simpiwe Vetyeka.

Chris John gagal mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu WBA setelah dikalahkan petinju Afrika Selatan Simpiwe 'V12' Vetyeka pada pertarungan di Metro City, Perth, Australia Barat, Australia, 6 Desember lalu.
Pada pertarungan yang disiarkan langsung oleh televisi swasta nasional tersebut, Chris John kalah TKO ronde keenam atas petinju Afrika Selatan tersebut. Dengan kekalahan tersebut gelar juara dunia yang dipegang petinju dengan julukan The Dragon tersebut selama 10 tahun tersebut akhirnya lepas.

Sumber: republika

Benamkan Malaysia, Indonesia Lolos Ke Final

Written By Unknown on Thursday, 19 December 2013 | 19:52

Ingat Ini - Tim nasional Indonesia U-23 melaju ke final cabang sepak bola SEA Games 2013 seusai menyingkirkan Malaysia 4-3 lewat adu penalti pada semifinal cabang sepak bola SEA Games 2013 di Stadion Wunna Theikd, Kamis (19/12/2013). Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga tambahan waktu.

Empat penendang Indonesia yang sukses mengeksekusi penalti adalah Alfin Tuasalamony, Diego Michiels, Yandi Sofyan, dan Yohanes Pahabol. Hanya Manahati Lestusen yang gagal setelah tendangannya melayang ke atas mistar gawang Malaysia.

Sementara itu, tiga penendang Malaysia yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik yaitu Nazmi Faiz, Fadhli Shas, dan Rozaimi bin Abdul Rahman. Skuad Harimau Malaya kalah karena dua sepakan Thamil Arasu dan Shahrul Saad mampu ditepis dengan baik oleh kiper Indonesia, Kurnia Meiga.

Di waktu normal, Indonesia unggul lebih dulu pada babak pertama berkat gol yang diciptakan Bayu Gatra pada menit ke-30. Menerima umpan Fandi Eko Utomo, Bayu Gatra sukses melepaskan tendangan yang bolanya tak mampu dihalau kiper Malaysia, Izham Tarmizi.

Sepanjang babak pertama, kedua tim silih berganti melancarkan serangan. Namun, Malaysia terlihat kesulitan menembus pertahanan Indonesia sehingga membuat mereka mencoba memancing bola dengan menguasai bola di tengah.

Indonesia pun mampu menciptakan beberapa peluang emas. Pada menit ke-26, misalnya, saat bola tendangan Yandi masih membentur tiang gawang Bola. Dua menit berselang, dia kembali mendapatkan kesempatan. Namun, bola tendangannya masih dapat diblok barisan belakang Malaysia.

Peluang terbaik Malaysia diciptakan Fadhli Shas pada injury time. Sayang, meski sudah berdiri bebas di depan gawang Indonesia, bola tendangannya seusai menerima umpan tendangan bebas Irfan Fazail masih melambung di atas mistar gawang Kurnia Meiga.

Selepas turun minum, Indonesia terlihat menurunkan tempo permainan. Hal itu pun dimanfaatkan kubu Malaysia yang beberapa kali mampu mengancam pertahanan Indonesia.

Usaha itu pun membuahkan hasil pada menit ke-84. Berawal dari tendangan pojok, Thamil Arasu mengontrol bola di depan gawang Indonesia dan kemudian langsung melepaskan tendangan keras yang bolanya masuk ke pojok kanan gawang Indonesia.

Indonesia sempat mendapatkan peluang emas untuk kembali unggul pada menit ke-90. Namun sayang, bola sundulan Andik Vermansah seusai menerima umpan silang Bayu Gatra masih menyamping di sisi kanan gawang Malaysia.

Pada babak tambahan, Malaysia masih terlihat menguasai jalannya pertandingan. Akan tetapi, Indonesia juga mampu menciptakan sejumlah peluang di depan gawang Malaysia. Namun, karena tidak ada gol yang tercipta maka pertandingan pun dilanjutkan ke babak adu penalti.

Susunan Pemain:
Indonesia: 1-Kurnia Meiga, 13-Manahati Lestusen, 29-Syaifuddin, 24-Diego Michiels, 26-Alfin Tuasalamony, 8-Egi Melgiansyah (27-Nelson Alom 46), Rizky Pellu (21-Andik Vermansah 77) (17-Yohanes Pahabol 101), Ramdani Lestaluhu, 23-Bayu Gatra, 22-Fandi Eko, 9-Yandi Sofyan
Pelatih: Rahmad Darmawan

Malaysia: 22-Izham Tarmizi, 16-Zubir Azmi, 4-Fadhli Shas, 3-Shahrul Saad, Azrif Nasrulhaq, 22-Nasir Basharuddin (21-Nazmi Faiz bin Mansor 46), 25-Nazirul Naim Che Hashim (11-Rozaimi bin Abdul Rahman 46), 6-D Saarvindran (14-Izzaq Faris 84), 7-Irfan Fazail, 19-Hazwan Bakri, 9-Thamil Arasu Ambumamee
Pelatih: Datuk Ong Kim Swee

Sumber: kompas

Pengamat: Timnas 23 Lebih Baik Ketimbang Malaysia

Ingat Ini - Tim sepak bola Indonesia di bawah usia 23 tahun bakal kembali bertemu dengan Malaysia di ajang SEA Games ke-27 di Myanmar. Kali ini pertemuan keduanya terjadi dalam partai semifinal di Stadion Zayer Thiri, Kamis, 19 Desember 2013.

Pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni menilai Indonesia memiliki peluang untuk lolos ke final. "Asalkan tidak terbebani dengan faktor sejarah dan para pemain bisa bermain bebas," kata Kusnaeni, Kamis, 19 Desember 2013.

Menurut dia, faktor mental bisa menjadi penentu dalam laga nanti. Oleh sebab itu, Andik Vermansah dan kawan-kawan jangan menjadikan pertandingan nanti sebagai ajang balas dendam. "Fokus saja pada permainan tanpa ada embel-embel sejarah," tutur Kusnaeni.

Kusnaeni mengatakan dari sisi individu, beberapa pemain Indonesia memiliki kualitas di atas pemain Malaysia. Bayu Gatra dan Andik Vermansah merupakan pemain yang bisa memberikan perbedaan dalam pertandingan.

Namun, jika keunggulan ini tidak bisa dioptimalkan menjadi permainan tim, lanjut Kusnaeni, maka hasilnya akan seperti laga-laga perdana. Pasalnya, Malaysia sangat bagus dalam hal kerja sama tim.

"Sejauh ini Singapura dan Malaysia yang unggul dari kesolidan dan kerja sama tim meski materi pemainnya tidak ada yg menonjol," ucap Kusnaeni. Hal itulah yang jeli dilihat oleh pelatih Malaysia Ong Kim Swee selama SEA Games ini, yaitu dengan mengandalkan teknik bermain tim.

Sedangkan pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan menyebutkan Malaysia memiliki barisan pertahanan yang ketat. "Serangan mereka pun bagus," ucap Rahmad. Oleh sebab itu, ia meminta pemain untuk berdisiplin menjaga lini masing-masing.

Sedangkan gelandang Indonesia Bayu Gatra menegaskan akan bermain habis-habisan jika dipercaya pelatih untuk turun melawan Malaysia. Pemain bernomor punggung 23 ini meminta rekan-rekannya tidak meremehkan Malaysia. "Ini SEA Games pertama dan terakhir saya, jadi ingin memberikan yang terbaik buat tim," kata Bayu.

Pada SEA Games 2011, Indonesia kalah oleh Malaysia di babak final. Dari empat kali pertemuan terakhir di ajang dua tahunan negara-negara Asia Tenggara, timnas Indonesia belum sanggup mengandaskan Malaysia. Kali ini, dengan status sebagai juara bertahan dan juara grup A, Malaysia bakal berhadapan dengan Indonesia di babak semifinal.

Sumber: Tempo

Hadapi Myanmar, Indonesia Tak Perlu Banyak Goal

Written By Unknown on Monday, 16 December 2013 | 14:45

Ingat Ini - Tim nasional usia di bawah 23 tahun (timnas U-23) masih memiliki kesempatan besar untuk lolos ke semifinal SEA Games 2013. Mereka hanya perlu menang dalam pertandingan melawan Myanmar hari ini, 16 Desember 2013, tanpa syarat selisih empat gol.

Hal ini ditegaskan di dalam situs resmi Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF). Di dalam tulisan yang diunggah 15 Desember 2013 malam, diungkapkan bahwa regulasi kompetisi SEA Games menyatakan jika dua tim memiliki poin yang sama, tim yang menang secara head-to-head lah yang akan mendapat keuntungan.

Tulisan itu mengatakan, "Di dalam kompetisi FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) dan AFF, jika dua tim memiliki nilai sama, yang lolos adalah tim yang memiliki selisih gol lebih baik."


"Namun, dalam SEA Games ini, ternyata regulasi yang dipakai mengacu pada regulasi AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia), bukan FIFA maupun AFF."


Timnas U-23 Indonesia memiliki selisih gol lebih buruk daripada Myanmar, yaitu minus dua. Sedangkan Myanmar memiliki selisih gol 5.

Banyak pihak mengira peluang Indonesia akan kecil lantaran selisih gol menjadi kriteria penilaian. Pemberitaan Tempo sebelumnya juga dilandaskan pada regulasi FIFA dan AFF yang mempertimbangkan selisih gol. Dengan adanya penegasan ini, beban Garuda Muda tidak lagi terlalu berat dan publik masih bisa berharap banyak.

Sumber: Tempo

Ketika Nyali Setan Merah Diuji

Written By Unknown on Sunday, 15 December 2013 | 20:40

Birmingham - MU berbekal hasil hasil kurang meyakinkan saat melawat ke markas Aston Villa, Minggu (15/12/2013) malam WIB. Tepat sebelum ini tim besutan David Moyes itu kalah di Old Trafford dalam partai Premier League, yakni atas Everton dan kemudian Newcastle United.

Mengenai hal tersebut penyerang MU Danny Welbeck meminta teman-teman setimnya tetap kompak dan tak saling menyalahkan, apalagi sudah ada lawan berikutnya siap menguji, dan MU juga mesti segera mengejar ketinggalan dalam perebutan gelar juara.

"Tidak mudah dipercaya kalau kami kalah dua laga beruntun di Old Trafford. Kami harus melakukan evaluasi internal dan segera membuat situasi jadi tepat lagi," tegas Welbeck di situs resmi klub.

"Semuanya harus bertanggung jawab, bukan cuma satu orang saja, ini mengenai keseluruhan tim. Kami sendiri tahu tidak boleh memikirkan kondisi buruk ini terlalu lama dan langsung memastikan sudah siap meraih tiga poin di laga selanjutnya," serunya.

Berstatus sebagai juara bertahan, 'Setan Merah' kini masih terpaku di posisi sembilan klasemen Premier League dengan tertinggal 13 poin dari pemuncak klasemen Arsenal. MU jelas butuh segera meraih kemenangan-kemenangan demi menjaga peluang, walaupun Welbeck mengingatkan agar mereka haruslah fokus 100% menjalani satu pertandingan demi pertandingan.

"Musim ini Premier League sulit diprediksi, tapi Anda tak dapat menyambut pertandingan dan sekadar berpikir kami akan memenangi laga ini dan laga itu, Anda harus siap mental dan fisik. Kami sudah duduk bersama dan menganalisis diri kami sendiri, dan kami cuma ingin memenangi laga berikutnya," kata Welbeck.

Kini tinggal menanti bagaimana hasil dari tekad Welbeck cs tersebut di atas lapangan ketika melawat ke Villa Park, Minggu (15/12/2013) malam WIB.
Manchester United menyudahi dua laga terakhirnya di Premier League, yang juga dijalani di kandang sendiri, dengan kekalahan. MU kini akan berusaha kembali ke jalur positif dalam lawatan ke markas Aston Villa.

Sumber: Detik

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PIKIRANKITA.COM | MERAWAT ACEH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Shared by Vice Blogger | Proudly powered by Blogger