Home » » Tahun 2015 Ada 15 Kasus "Teror Bom" Pesawat di Indonesia

Tahun 2015 Ada 15 Kasus "Teror Bom" Pesawat di Indonesia

Written By pikirankita on Monday, 4 January 2016 | 19:45

Jakarta | Pikirankita.com - Kementerian Perhubungan mencatat, sepanjang 2015 hingga saat ini terdapat 15 candaan ancaman bom terhadap maskapai penerbangan. Di mana, 12 candaan merupakan laporan resmi dan sisanya informasi belum resmi.

Direktur Keamanan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Nasir Usman menjelaskan, akibat candaan tersebut di tempat umum seperti bandar udara mengakibatkan tertundanya penerbangan.

"Dari informasi yang kita terima ancaman berupa candaan bom atau ancaman membuat pelanggaran selama 2015 terdapat 15 candaan yang diterima oleh kami," ujarnya di kantornya, Jakarta, Senin (4/1).

Berikut ini sejumlah laporan candaan yang diterima Ditjen Perhubungan Udara antara lain :

1. Pada 29 April 2015, adanya candaan laporan dari calon penumpang Batik Air rute Cengkareng-Palembang dengan inisial NA.

2. Pada, 1 Mei 2015, adanya candaan laporan dari calon penumpang Lion Air rute Padang-Cengkareng dengan inisial NA.

3. Pada, 4 Mei 2015, adanya candaan laporan dari calon penumpang Lion Air rute Batam-Medan dengan inisial SMS.

4. Pada, 7 Mei 2015, adanya candaan laporan dari calon penumpang Lion Air rute Batam-Cengkareng dengan inisial S.

5. Pada, 13 Mei 2015, adanya candaan laporan dari calon penumpang Lion Air rute Cengkareng-Palembang dengan inisial BP.

6. Pada, 7 September 2015, adanya candaan dari calon penumpang Lion Air dengan rute Cengkareng-Manado dengan inisial JH.

7. Pada, 30 September 2015, adanya laporan pada daerah pemeriksaan II di Bandara Kuala Namu Deli Serdang, di mana adanya candaan atau laporan calon penumpang Citilink rute Kuala Namu-Halim dengan inisial PK.

8. Pada, 31 September 2015, adanya laporan pada daerah pemeriksaan II di Bandara Manado, di mana adanya candaan atau laporan calon penumpang Lion Air rute Manado-Cengkareng dengan inisial RI.

9. Pada, 2 Desember 2015, adanya laporan pada daerah pemeriksaan II di Bandara Djuanda Surabaya, di mana adanya candaan atau laporan calon penumpang Lion Air rute Surabaya-Makassar dengan inisial BP .

10. Pada, 24 Desember 2015, adanya candaan atau laporan calon penumpang Lion Air dengan rute Cengkareng-Taipei dengan inisial K.

11. Pada, 25 Desember 2015, adanya candaan atau laporan calon penumpang Lion Air rute Cengkareng-Jogja dengan inisial H.

12. Pada, 26 Desember 2015, adanya candaan atau laporan calon penumpang Batik Air dengan rute Kupang-Cengkareng dengan inisial HI, PM,dan EH.

13. Pada, 31 Desember 2015, adanya candaan atau laporan dari calon penumpang Lion Air dengan rute Cengkareng-Solo dengan inisial AS.

14. Pada, 3 Januari 2016, adanya candaan atau laporan calon penumpang Lion Air dengan rute Balikpapan-Ujung Pandang dengan inisial JM. Berdasarkan informasi, pelaku berasal dari anggota TNI.

15. Pada, 4 Januari 2016, adanya candaan atau laporan dari calon penumpang Airbus, dengan rute Surabaya-Timika dengan inisial SB.(Sumber: Merdeka.com)
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PIKIRANKITA.COM | MERAWAT ACEH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Shared by Vice Blogger | Proudly powered by Blogger