Home » » 371 Kasus Pelanggaran Syariat Islam di Lhokseumawe

371 Kasus Pelanggaran Syariat Islam di Lhokseumawe

Written By Unknown on Tuesday, 5 January 2016 | 15:18

Lhokseumawe | Pikirankita.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Waliyatul Hisbah (WH) Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mencatat, selama tahun 2015 telah terjadi 371 kasus pelanggaran Syariat Islam di wilayah setempat.

Kepala Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe Irsyadi menambahkan, kasus pelanggaran Syariat Islam tersebut tergolong tinggi, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan memberikan penindakan bagi yang melakukan pelanggaran tersebut.

“Kasus pelanggaran Syariat Islam ini tergolong tinggi, untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, kita akan terus melakukan razia rutin dan memberikan penindakan bagi siapa saja yang telah melakukan perbuatan yang terlarang tersebut,” ujar Irsyadi.

Irsyadi menambahkan, masing-masing yang terjadi pelanggaran adalah Qanun No 11 Tahun 2002 tentang Akidah, Ibadah dan Syiar Islam terdapat 236 kasus, Qanun No 12 Tahun 2003 Tentang Khamar dan sejenisnya ditemukan 22 kasus, Qanun No 14 Tahun 2003 Tentang Khalwat atau Mesum sejumlah 113 orang.

Untuk kasus khalwat juga tergolong tinggi di Kota Lhokseumawe dan yang sangat disayangkan adalah kalangan remaja juga banyak yang terjaring, bahkan ada juga yang masih berstatus pelajar.

“Kalau kasus khalwat atau mesum, bukan hanya dilakukan oleh orang-orang dewasa saja, bahkan kalangan remaja juga banyak ditemukan. Cukup kita sayangkan, yang masih berstatus pelajar juga ada yang terjaring” tutur Irsyadi.

Tambahnya, maraknya kasus tersebut disebabkan karena kondisi keluarga yang tidak harmonis atau broken home, serta dipengaruhi oleh maraknya peredaran film porno ditingkat kalangan pelajar.

Sehingga perhatian orang tua terhadap anak-anaknya harus selalu aktif dan menjaga dengan baik agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Agama Islam, karenanya pendidikan keluarga cukup efektif.

“Pendidikan keluarga cukup efektif dalam mendidik anak-anak, apalagi yang masih dalam proses pencarian jati diri. Makanya setiap orang tua harus selalu memperhatikan anak-anaknya,” ungkap Irsyadi.(A-001)

Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PIKIRANKITA.COM | MERAWAT ACEH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Shared by Vice Blogger | Proudly powered by Blogger