Home » » Canon EOS 6D Yang Cukup Menggoda

Canon EOS 6D Yang Cukup Menggoda

Written By Unknown on Wednesday, 15 January 2014 | 14:55

Canon EOS 500D siapa pun pasti akan tergoda untuk memilikinya dan terdorong pada keinginan untuk mencicipi nuansa serta kualitas Full Frame beralih dari  yang sudah digunakan sejak 2011, line up kamera digital Canon yang menjadi godaan adalah 5Dmk II, 5Dmk III atau 6D.

Beralih dari APS-C ke Full Frame tentu saja merupakan lompatan yang menarik. semua kamera full frame yang menjadi opsi sudah pasti akan lebih unggul jika dibandingkan dengan 500D yang masuk kelas APS-C.
Dari jajaran godaan yang ada, 5Dmk III tentu saja adalah pilihan terbaiknya dari sisi kualitas dan performa, namun dari sisi harga, 5Dmk II jadi pilihan yg lebih menarik ketimbang 5Dmk III meski tentu saja secara teknologi dan fitur, selisih harga tersebut masih bisa dibilang masuk akal.

Namun ada beberapa faktor lain yang cukup menggoda yang menentukan bahwa pilihan akhir jatuh ke 6D, line up terbaru dari jejeran Canon untuk kamera Full Frame, yang meski saat akan diakusis belum begitu banyak review dan field test dari para fotografer.
Nah, kira-kira faktor apa sajakah yang menjadi penentu tersebut?

Wifi
Ini adalah godaan paling tidak bisa ditolak. Dengan fitur ini tidak hanya bisa melakukan geo-tagging, namun juga mempermudah workflow dan sharing.
Geo-tagging meski cukup mengurangi kinerja baterai, namun memudahkan kita saat akan mengupload foto ke web atau aplikasi yang bisa mensortir foto berdasarkan tempat (place) seperti Flickr, iPhoto, Google, Picasa dan lainnya

Sedangkan kombinasi wifi dengan iPad atau iPhone, mengubah secara signifikan workflow saya. Jika dulu untuk berbagi foto di chat grup atau media sosial seperti instagram, facebook saya harus menggunakan sdcard connector terlebih dahulu untuk memindahkan foto ke ipad baru mentransfernya ke iphone, maka dengan adanya Wifi dan aplikasi EOS Remote, memindahkan foto ke iphone menjadi lebih singkat dan cepat.



Cukup mengaktifkan wifi di 6D dan mengkoneksikannya ke iphone melalui aplikasi EOS Remote, maka saya bisa langsung mengunduh foto-foto yang baru saya ambil dengan kamera saya.

eos6D-wifi-by-stevejm

Namun kombinasi fitur Wifi dan aplikasi EOS Remote ini tidak saja bermanfaat untuk mempersingkat transfer foto saja. Kombinasi ini juga sangat membantu saat melakukan sesi foto dimana saja.
Saat sesi foto, klien maupun tim foto tidak perlu menunggu saya selesai mengambil foto dulu untuk melihat hasilnya seperti apa atau mengecek apakah hasilnya sudah baik atau belum.

Dengan koneksi aktif aplikasi EOS Remote di ipad dengan 6D yang sedang digunakan, klien dan tim foto, bahkan modelnya pun bisa seketika melihat hasilnya di ipad. Make up artis bisa langsung melihat bagian mana yang perlu di-touch up, tim lighting bisa melihat bagian mana yang masih under atau over, bahkan klien bisa berkomentar dengan foto yang baru saja diambil.

eos6D-photo-sesion-by-DimasK

[foto dok. Wahyu Dimas Kurniawan]

Fitur lain yang tidak kalah bergunanya dari aplikasi EOS Remote adalah Remote Shooting. Dengan fitur ini, tidak saja bisa melakukan candid, namun juga membantu pengambilan gambar dengan kamera yang tinggi atau rendah atau visibilitas ke layar LCD terbatas.
Atau saat grup foto, tidak perlu lg timer. Kita bisa mengatur barisan/posisi semua peserta foto dan menekan tombol shutter melalui aplikasi EOS Remote tersebut.

eos6D-remote-by-stevejm

Lebih Ringan 200 gram
Berat Buat sebagian orang 200gr mungkin bukanlah suatu berat yang signifikan, namun bagi travel-photografer ini sangat berarti. Dengan perlengkapan komplit seperti tripod, flash, filter, lensa tele serta perjalanan sehari penuh, akan membuat 200 gram tadi serasa 2 kg.
Kebiasaan saya menggantungkan kamera dengan handgrip di pergelangan tangan pada saat street hunting membuat minus 200gr ini menjadi sangat krusial.

Harga yang jauh lebih murah
Ini merupakah salah satu faktor yang menjadi ketokan palu saat pengambilan keputusan akhir. Dengan kualitas full frame selisih harga yang cukup signifikan, menjadikan 6D menjadi pilihan kamera full frame paling menarik.

Beberapa fitur lain Canon EOS 6D sebagai kamera Full Frame pertama yang saya rasa sangat berguna antara lain:
kemampuan focusing saat pencahayaan rendah atau malam hari yang cukup cepat.
viewfinder 97% yang membuat 24mm terasa begitu luas.
kapasitas baterai yang sedikit lebih baik dibanding seri 5D. Saat tanpa Wifi diaktifkan tentunya.
posisi tombol yang lebih user-friendly dibanding seri 5D

Sedangkan beberapa kekurangannya dibanding seri 5D antara lain adalah:
jumlah focus point yang hanya 11 titik
hanya center focus yang cross-type
hanya ada satu slot memory card

Dipadu dengan Lensa 24-105mm f4 L, saat ini Canon 6D sudah menjadi kamera utama yang menemani seluruh kegiatan fotografi saya.

turn-left-by-stevejm

lantern-on-sunset-by-stevejm

waiting-by-stevejm

Meski Canon EOS 6D masuk dalam kategori Basic Full Frame DSLR, namun dengan fitur dan kelebihan yang ada, kamera ini sangat direkomendasikan buat mereka yang hobby jalan-jalan dan street hunting dengan kualitas Full Frame. Selamat tergoda! 

Sumber: Fototara
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PIKIRANKITA.COM | MERAWAT ACEH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Shared by Vice Blogger | Proudly powered by Blogger